Meningkatkan Literasi Data di Pemerintahan

Istilah “transformasi digital” dapat dilihat di mana-mana dalam layanan, bisnis dan teknologi informasi (TI). Artikel yang menggembar-gemborkan manfaat transformasi digital berfokus pada manfaat seperti efisiensi operasional, penghematan biaya, nilai pelanggan, dan keunggulan kompetitif. Namun, agar para pemimpin dipemerintahan dapat sepenuhnya memetik manfaat dari transformasi digital, mereka harus terlebih dahulu memberdayakan semua karyawan untuk menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dari data besar yang mereka miliki.

Bukan rahasia lagi bahwa tim kecil dengan pelatihan khusus bertanggung jawab atas inisiatif data dan analitik di banyak organisasi, tetapi model ini tidak berkelanjutan di era digital. Karena data merupakan bagian integral dari setiap fungsi, semua aparatur harus memiliki alat dan pelatihan untuk membuka kekuatannya. Lebih penting lagi, mereka harus menggunakan wawasan tersebut untuk mendorong nilai bagi masyarakat, komunitas, dan planet ini.

Misalnya, satu program yang diawasi meningkatkan literasi data dan mengalihkan aparatur dari proyek transaksional ke peran yang menghasilkan wawasan. Setiap aparatur bergabung dengan perusahaan dengan keterampilan inti, dan menggabungkan keterampilan tersebut dengan kemampuan untuk memproses, menganalisis, dan mengekstrak informasi dari harta karun data untuk membantu menghasilkan wawasan berbasis data dalam skala besar. Untuk mendapatkan manfaat dari aparatur yang fasih data, pertimbangkan empat rekomendasi ini saat mengembangkan program pelatihan.

Buat Budaya Berbasis Data
Seiring berkembangnya teknologi dan kemajuan industri, aparatur perlu menyesuaikan keterampilan mereka untuk memenuhi tuntutan baru, dan informasi yang diperoleh dari analisis data membantu memetakan arah pelatihan. Kami sering menggunakan istilah peningkatan keterampilan dan dengan alasan yang bagus. Berinvestasi dalam pelatihan membantu aparatur meningkatkan keahlian mereka, yang meningkatkan kinerja diorganisasi pemerintahan.

Soroti Nilai Upaya Berbasis Data bagi Aparatur dan Masyarakat
Semakin banyak tim menganalisis dan mengandalkan informasi untuk mendorong keputusan berdasarkan data, semakin banyak kemajuan yang dapat dicapai aparatur dengan layanan yang diberikan. Para pemimpin harus melacak dan membuat katalog manfaat dunia nyata yang dimiliki program pelatihan berbasis data ini pada aparatur dan masyarakat. Dengan memahami apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, atau hanya sedikit menguntungkan, organisasi pemerintahan dapat membuka nilai di tempat-tempat yang mungkin tidak pernah mereka pertimbangkan.

Motivasi Aparatur Anda
Ketika organisasi pemerintahan menerapkan program baru, aparatur mungkin berkata kepada diri mereka sendiri, “Oh tidak, ini adalah inisiatif lain yang dipaksakan oleh manajemen kepada kami.” Sementara mata beberapa orang mungkin akan tertutup ketika mereka mendengar istilah seperti data dan analitik, kenyataannya adalah bahwa informasi itu bisa sangat berharga, tetapi hanya jika digunakan dengan benar. Penting untuk menyoroti mengapa, bagaimana, dan di mana menggunakan data sehingga aparatur dapat melihat dampak yang sebenarnya. Misalnya, aparatur harus melihat nilai bagaimana data dan analitik dapat membantu mereka merampingkan tugas sehari-hari seperti memproses faktur dengan lebih akurat atau merespons kueri masyarakat dengan lebih cepat.

Berkonsentrasi pada Layanan Masyarakat
Setelah Anda membekali aparatur Anda dengan wawasan dan rekomendasi berdasarkan analisis berbasis data, gunakan pengetahuan itu untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat. Meneliti praktik layanan yang ada membantu aparatur Anda menemukan peluang untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat, yang membantu mengembangkan layanan Anda dan memperkuat hubungan antar personal.

Ubah Aparatur untuk Memiliki Performa Terbaik
Melatih lebih banyak aparatur untuk menghasilkan wawasan berbasis data dalam skala besar meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat hubungan dengan mitra dan masyarakat, serta membantu aparatur meningkatkan keterampilan dan kinerja mereka. Jika aparatur benar-benar aset terbesar di organisasi pemerintahan, sangat penting untuk merancang dan menerapkan pelatihan literasi data yang membantu mereka menerapkan solusi digital untuk kepentingan bersama.