Human-Centered Design dan Relevansinya dalam Desain Pembelajaran Digital

“Human-Centered Design” sebagai istilah yang digunakan sebagian besar dalam perencanaan kota dan diskusi arsitektur kota di mana pihak berwenang digunakan untuk merencanakan lingkungan yang ramah orang. Perlahan-lahan istilah itu mulai diterapkan pada segala macam barang yang akan dibeli dan digunakan orang. Dari sistem operasi ponsel dan komputer hingga furnitur ; fokusnya adalah membuat segala sesuatunya mudah digunakan dan dioperasikan. Human-Centered Design juga merupakan kata kunci di kalangan L&D dan dipandang sebagai komponen inti dari pengalaman pengguna, keterlibatan pelajar, dan desain interaktif, yang membuat pembelajaran digital menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dalam hal ini, kita akan melihat bagaimana Human-Centered Design berdampak pada pelajar dan bagaimana tim L&D dapat fokus dalam menciptakan solusi pembelajaran digital yang kohesif, menarik, dan berorientasi pada hasil untuk tempat kerja dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip terbaik dari Human-Centered Design.

Apa itu Human-Centered Design?
Human-Centered Design adalah pendekatan kreatif untuk pemecahan masalah. Ini menempatkan manusia di pusat proses pengembangan untuk menghasilkan solusi untuk memecahkan masalah nyata atau menghasilkan produk dan layanan yang intuitif.

Perusahaan desain global IDEO mempopulerkan konsep Human-Centered Design dan membaginya menjadi tiga fase seperti yang tercantum di bawah ini:

  • Inspirasi
  • Membuat ide
  • Penerapan

Pakar desain instruksional akan dapat menghubungkan tiga fase yang tercantum di atas dengan model desain instruksional ADDIE.

Prinsip Human-Centered Design
Ada empat prinsip utama yang terkait dengan Human-Centered Design:

  1. Memahami dan mengatasi masalah inti sebelum memberikan solusi
  2. Berfokus pada orang-orang
  3. Menggunakan pendekatan sistematis untuk memecah proses yang kompleks untuk memahami di mana masalah muncul
  4. Menggunakan prototipe cepat dengan pengujian dan iterasi berkelanjutan untuk membangun solusi yang lebih baik

Artikel ini untuk mempelajari lebih lanjut dan memahami prinsip-prinsip ini secara lebih rinci.

Human-Centered Design dan Solusi Pembelajaran Digital
Fungsi dari setiap solusi pembelajaran digital adalah untuk mendidik pelajar dan membantu pelajar menerapkan pembelajaran dalam skenario dunia nyata. Di tempat kerja modern, solusi pembelajaran digital hadir dalam berbagai format untuk memenuhi beragam kebutuhan pelajar. Beberapa solusi bekerja lebih baik daripada yang lain. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa situasi seperti itu muncul? Kami dapat menyematkannya pada alasan berikut:

  • Sebagian besar solusi pembelajaran di tempat kerja dirancang dengan mempertimbangkan hasil akhir daripada memenuhi kebutuhan pelajar.
  • Perencanaan yang tidak tepat dan kegagalan untuk memahami tujuan pembelajaran yang sebenarnya.
  • Kurangnya strategi desain instruksional yang baik dan desain grafis yang buruk.
  • Penilaian yang tidak relevan dan tidak berarti yang tidak menambah nilai nyata pada kursus.

Jadi, bagaimana cara membebaskan diri dari siklus pembelajaran digital yang monoton ini?

Ahli strategi L&D menekankan pada pemecahan program yang lebih besar menjadi unit pembelajaran yang lebih kecil. Mereka merekomendasikan penggunaan permainan yang dirancang dengan cermat dan elemen interaktif, penggunaan video, dan narasi berbasis cerita yang sesuai dengan pelajar.

Menerapkan Prinsip-Prinsip Human-Centered Design dalam Solusi Pembelajaran di Tempat Kerja
Berikut adalah beberapa pertanyaan untuk tim L&D untuk ditanyakan kepada diri mereka sendiri saat merancang solusi tempat kerja digital:

  • Masalah apa yang ingin kita pecahkan?
  • Apa keahlian yang ada dari karyawan yang akan mengikuti kursus ini?
  • Apa yang ingin kita capai sebagai organisasi dengan berinvestasi dalam merancang kursus ini?
  • Bagaimana program ini akan berdampak pada rutinitas kerja sehari-hari para karyawan?
  • Apakah kita memiliki solusi pembelajaran yang sudah ada yang dapat diperbarui dan ditingkatkan?

Setelah seseorang memiliki jawaban atas pertanyaan yang tercantum di atas, seseorang dapat fokus pada penerapan prinsip-prinsip Human-Centered Design untuk menciptakan solusi pembelajaran digital yang menarik seperti yang tercantum di bawah ini:

  1. Identifikasi tujuan pembelajaran dari target audiens.
  2. Pertahankan karyawan/peserta didik sebagai pusat kurikulum kursus/program.
  3. Munculkan dokumen desain terperinci, yang mencantumkan bagian-bagian kunci dari program.
  4. Jalankan dokumen desain oleh pakar internal atau eksternal untuk memastikan bahwa semua tujuan pembelajaran yang diperlukan telah tercakup.
  5. Mulai storyboard dan gunakan proses desain berulang modul demi modul yang membantu Anda meningkatkan konten.
  6. Lakukan uji beta dari program akhir sebelum membuatnya dapat diakses oleh semua pelajar.

Manfaat Pendekatan Human-Centered Design
Ini dirancang untuk manusia oleh manusia dan menawarkan pendekatan intuitif untuk memperoleh keterampilan baru. Ketergantungan yang berlebihan pada algoritme dan mesin rekomendasi berbasis AI serta “pembelajaran cerdas” memperumit seluruh proses desain pembelajaran. Model pengembangan berulang membantu tim L&D untuk mengidentifikasi kekurangan, jika ada, cukup awal dalam proses pengembangan dan membantu menyempurnakan program pembelajaran akhir. Ini menghemat banyak waktu, tenaga, dan uang. Membuat pembelajaran dapat diakses dan mudah dipahami adalah cara terbaik untuk mendorong pembelajaran di tempat kerja. Pendekatan yang berpusat pada manusia untuk desain pembelajaran digital membuat ini lebih mudah. Pendekatan ini juga memastikan bahwa konten pembelajaran menarik perhatian peserta didik dan membantu mereka melakukan tugas mereka lebih cepat dan lebih baik.