Bagaimana Teknologi Mengubah Tempat Kerja?

Memahami Teknologi Baru Di Tempat Kerja

Teknologi baru di tempat kerja seperti Machine Learning (ML), Artificial Intelligence (AI), dan Deep Learning mengubah cara kita bekerja. Otomasi hiper di tempat kerja merupakan peluang bagi bisnis untuk mempercepat alur kerja proses yang kompleks dan mendorong nilai bisnis yang hebat. Beberapa manfaat mengadopsi teknologi di tempat kerja meliputi:

  • Merampingkan proses dengan otomatisasi
  • Menyatukan saluran komunikasi
  • Meningkatkan pengambilan keputusan berdasarkan analitik
  • Membantu menyelaraskan seluruh organisasi
  • Menghubungkan tim dengan lebih baik
  • Meningkatkan produktivitas dan kepuasan karyawan

Evolusi alami tempat kerja memiliki teknologi sebagai elemen integral. Namun, pandemi COVID-19 semakin mempercepat transformasi dari model kerja tradisional menjadi tempat kerja digital saat ini. Berikut adalah beberapa teknologi yang membentuk masa depan pekerjaan dan cara menjalankan bisnis.

Beberapa Teknologi Membentuk Masa Depan Pekerjaan

  1. Akuisisi Bakat Dengan Perekrutan Virtual
    Perekrut perlu menghilangkan alur kerja kertas manual untuk memenangkan perang memperebutkan bakat di pasar tenaga kerja yang ketat. Sebaliknya, tim sumber daya manusia (SDM) menggunakan platform yang memungkinkan proses perekrutan virtual. Perekrut telah lama menggunakan sistem pelacakan pelamar (ATS-Applicant Tracking Systems), yang merupakan cara yang bagus untuk menarik, mengidentifikasi, dan merekrut kandidat yang paling memenuhi syarat. Profesional akuisisi bakat dapat membuat saluran yang kuat dan meningkatkan efisiensi dengan mengotomatiskan penyaringan, menjadwalkan wawancara, dan mencocokkan keterampilan kandidat dengan lowongan pekerjaan.

    Namun, kami sekarang melihat banyak organisasi menggunakan teknologi pelengkap seperti sistem Manajemen Hubungan Kandidat (CRM-Candidate Relationship Management Systems) untuk menciptakan satu ekosistem yang lebih besar. Selain itu, mengalami adopsi luas alat Kecerdasan Buatan (AI-Artificial Intelligence) untuk membantu menghilangkan bias dalam keputusan perekrutan dan mendukung upaya keragaman, kesetaraan, dan inklusi yang terkait dengan perekrutan. Selain itu, teknologi mengurangi beban administrasi dan memberi perekrut lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi yang berpusat pada manusia seperti meningkatkan pengalaman kandidat.
  1. Mendukung Pekerjaan Jarak Jauh Dan Hibrida
    Tidak mengherankan bahwa karyawan menikmati fleksibilitas di tempat kerja. Faktanya, satu survei menunjukkan bahwa karyawan sangat merekomendasikan (97%) pekerjaan jarak jauh dan ingin terus bekerja dari jarak jauh. Terlepas dari tantangan logistik yang mereka bawa, pengaturan kerja jarak jauh dan hibrida tetap ada. Penggunaan teknologi memainkan peran penting dalam memungkinkan fleksibilitas. Oleh karena itu, pergeseran ini telah mendorong lebih banyak pemimpin untuk berinvestasi dalam perangkat lunak dan platform untuk mendukung kelangsungan bisnis di bawah kondisi baru ini. Akibatnya, perusahaan berinvestasi dalam alat kolaboratif, kesehatan virtual, dan platform manajemen tenaga kerja (WFM-Workforce Management).

    Beberapa alat dan teknologi yang memungkinkan model kerja fleksibel meliputi:
  • Komputasi awan dan infrastruktur
  • Alat keamanan siber
  • Alat aman jarak jauh seluler dan kolaboratif
  • Aplikasi dan platform manajemen tenaga kerja

    Sistem WFM berbasis cloud, aplikasi swalayan, dan alat penjadwalan kerja yang dinamis memungkinkan mempertahankan tenaga kerja yang sangat produktif, terlepas dari apakah mereka berada di lingkungan kantor atau bekerja dari rumah.
  1. Teknologi Baru Untuk Pembelajaran yang Dapat Disesuaikan
    Perusahaan tidak lagi menggunakan pendekatan satu ukuran untuk semua untuk Pembelajaran dan Pengembangan. Sistem Manajemen Pembelajaran Lanjutan sekarang menyediakan pendekatan yang dipersonalisasi untuk melatih kembali dan meningkatkan keterampilan karyawan. Teknologi telah memungkinkan untuk mengidentifikasi dan menutup kesenjangan pengetahuan di setiap karyawan. Karyawan dapat merasa diberdayakan dan termotivasi ketika mereka memiliki kesempatan untuk membuat jalur pembelajaran khusus mereka dengan jenis konten dan metode yang paling sesuai untuk mereka.

    Pendekatan pembelajaran yang dipersonalisasi ini memungkinkan karyawan untuk belajar dengan kecepatan mereka sendiri melalui pelatihan online, platform eLearning, atau simulasi Virtual Reality (VR). Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality yang berkembang pesat menjadi solusi yang banyak digunakan untuk melatih karyawan dan meningkatkan kinerja.

    Selain itu, perusahaan melakukan pembelajaran di tempat kerja untuk memotivasi karyawan. Setiap tugas biasa dapat diubah menjadi permainan yang menyenangkan, mulai dari orientasi karyawan baru hingga pengembangan soft-skill. Menggunakan lingkungan dan prinsip digital yang mirip dengan permainan yang menawarkan poin dan penghargaan memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu.
  1. Analisis dan Kecerdasan Keputusan
    Analisis dan intelijen bisnis telah menjadi alat yang ampuh yang dapat menghasilkan keuntungan besar bagi organisasi. Analytics dapat menjelaskan apa yang terjadi di dalam organisasi dengan mengumpulkan data produktivitas, kinerja, dan keterlibatan karyawan secara real-time. Penggunaan Big Data di tempat kerja memberi kepemimpinan eksekutif wawasan yang komprehensif tentang tempat kerja dan memberi mereka informasi akurat yang didukung oleh statistik dan fakta. Oleh karena itu, dengan mengukur dan menganalisis aspek-aspek kunci dari tempat kerja, para pemimpin dapat membuat keputusan yang lebih tepat.

    Kecerdasan keputusan dapat membantu mengungkapkan tren masa depan, memprediksi dan memantau perilaku, dan memperkirakan kebutuhan bakat di masa depan. Itu tidak berarti bahwa keputusan manusia akan diganti; melainkan, mereka akan ditingkatkan oleh kekuatan analitik, AI, dan data. Selain itu, kami melihat analitik digunakan untuk mempersonalisasi pengalaman orang, seperti menggunakan peta perjalanan kehidupan nyata, analisis jaringan organisasi (ONA-Organizational Network Analysis), pemetaan keterampilan, dan navigasi karier.
  1. Kesehatan dan Kebugaran Tempat Kerja
    Tenaga kerja yang sehat dan berkembang menghasilkan hasil bisnis yang positif yang berdampak langsung pada produktivitas dan profitabilitas. Akibatnya, kesejahteraan karyawan dipandang sebagai aspek penting dari kesuksesan dan moral. Perusahaan yang berpikiran maju mencari solusi yang menyeimbangkan semua aspek kesehatan—emosional, fisik, dan perilaku.

    Namun, ketika merancang program kesehatan, tidak ada satu ukuran pun yang cocok. Kesehatan terikat pada individu; oleh karena itu, pendekatan kesehatan yang dipersonalisasi sangat penting untuk keberhasilan program kesehatan perusahaan. Analitik Cerdas, Big Data, dan teknologi lainnya semuanya menyesuaikan program kesehatan perusahaan menjadi solusi kesehatan yang tepat bagi karyawan.

    Beberapa sumber daya teknologi SDM terbaru bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan fisik pekerja melalui gamifikasi dan teknologi kesehatan yang dapat dipakai. Alat dan chatbot berbasis AI dapat mendukung kebiasaan yang lebih sehat dan menunjukkan profil risiko kesehatan yang lebih tinggi.

    Beberapa kategori risiko tinggi antara lain:
  • Gaya hidup dan risiko kesehatan fisik : Obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, merokok.
  • Risiko kesehatan mental : Depresi, kecemasan, stres, dan kelelahan karyawan.
  • Risiko keselamatan kerja : Cedera kerja berulang, kualitas udara buruk.

    Dengan mengumpulkan data ini, pengusaha dapat mengidentifikasi pola dan tren untuk memahami tempat kerja mereka dan karyawannya dengan lebih baik.
  1. Meningkatkan Pengalaman Karyawan
    Selama beberapa tahun terakhir, organisasi harus beradaptasi dengan konteks yang berubah secara radikal untuk tempat kerja, tenaga kerja, dan dunia kerja. “Pengunduran Diri Besar-besaran” dan sekarang “Evaluasi Ulang Besar-besaran” semuanya mengirimkan pesan penting kepada pemberi kerja dan jenis budaya yang mereka butuhkan untuk mempertahankan talenta terbaik. Dengan demikian, salah satu prioritas utama departemen sumber daya manusia adalah meningkatkan pengalaman karyawan (EX-Employee Experience).

    Saat ini, teknologi menyatu dalam setiap aspek perjalanan karyawan dari awal hingga keluar, dan setiap momen di antaranya adalah bagian dari pengalaman karyawan mereka. Menggunakan alat dan teknologi yang tepat adalah kunci untuk meningkatkan pengalaman digital karyawan dan dapat memberdayakan mereka. Selanjutnya, karyawan harus memberikan umpan balik untuk menutup celah dan benar-benar memahami bagaimana mereka terlibat dengan alat yang tersedia dan di mana ada ruang untuk perbaikan.
  1. Pengakuan Dan Penghargaan
    Teknologi juga mengubah cara perusahaan memberikan pengakuan dan penghargaan kepada karyawan. Di tempat kerja modern, karyawan mencari pengakuan instan dan cepat, yang merupakan masalah bagi perusahaan dengan pengaturan kerja yang fleksibel atau dengan tenaga kerja yang besar. Penggunaan teknologi telah mempermudah untuk mengenali dan memberi penghargaan kepada pekerja dengan cara yang lebih mudah dan tepat waktu. Tidak hanya itu, program perangkat lunak pengenalan karyawan memberikan wawasan berbasis data tentang bagaimana kinerja pekerjaan dan keterlibatan karyawan terkait dengan jumlah pengakuan dan penghargaan yang diberikan.

    Selain itu, statistik dapat mengidentifikasi departemen yang secara konsisten mencapai target dan menikmati kesuksesan. Menggunakan platform analitik dan teknologi untuk mengelola pengakuan karyawan memungkinkan organisasi untuk memperkuat hubungan dengan karyawan mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung.

Apa Risiko Tempat Kerja Digital?

Sementara teknologi membawa banyak manfaat bagi organisasi, ada juga beberapa risiko yang menyertainya. Mengakui dan memahami potensi bahaya alat baru adalah faktor penting yang mengubah cara pekerjaan dilakukan. 

Beberapa kemungkinan risiko tempat kerja digital adalah:

  • Peningkatan kerentanan terhadap serangan cyber
  • Privasi karyawan dan masalah pengumpulan data
  • Kepatuhan dengan peraturan pemerintah
  • Kurangnya koneksi pribadi
  • Risiko hukum alat digital
  • Produktivitas lebih rendah karena gesekan digital

Tidak diragukan lagi, teknologi memberikan banyak peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja kerja mereka. Pada saat yang sama, data pribadi karyawan dikumpulkan secara teratur dan potensi pelanggaran privasi adalah hal biasa. Penggunaan teknologi canggih juga dapat membuat organisasi rentan terhadap serangan dunia maya.

Selain itu, jumlah teknologi tempat kerja, perangkat lunak komunikasi, dan perangkat sumber daya manusia lainnya yang digunakan saat ini dapat dengan mudah membanjiri karyawan. Pekerja digital sering gagal memperhatikan informasi penting dan mudah terganggu oleh jumlah email, notifikasi, dan pembaruan. Untuk mengurangi ancaman tempat kerja digital ini, strategi manajemen risiko yang kuat harus ditetapkan, dikembangkan, dan ditinjau secara berkala.

Kesimpulan

Lanskap tradisional dunia bisnis terus berubah, seiring dengan peran dan pentingnya teknologi. Inovasi teknologi saat ini bertujuan untuk membuat tempat kerja lebih efisien dan efisien, serta lebih berwawasan dan lebih cerdas untuk semua orang. Dengan demikian, para pemimpin bisnis perlu memperhatikan inovasi terbaru dalam teknologi dan memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan tujuan bisnis mereka.